Skip to content

Seminar Owa Jawa dan Rusa

Juli 24, 2011

Waktu dan Tempt : Sabtu, 14 Mei 2010 di R. Seminar 1 V4 FKH UGM

 

Pada seminar kali ini  materi pertama tentang owa jawa diidi oleh bapak Abdi Fitria, S. Hut, M. Si. Yang menjelaskan tentang karakteristik Owa ditutupi rambut yang berwarna kecoklatan sampai keperakan atau kelabu.  Bagian atas kepalanya berwarna hitam.  Muka seluruhnya juga berwarna hitam, dengan alis berwarna abu-abu yang menyerupai warna keseluruhan tubuh.  Dagu pada beberapa individu berwarna gelap.  Umumnya anak yang baru lahir berwarna lebih cerah.  Warna rambut jantan dan betina sedikit berbeda, terutama dalam tingkatan umur.  Panjang tubuh jantan dan betina dewasa berkisar antara 750 – 800 mm.  Berat tubuh jantan berkisar antara 4 – 8 kg, sedangkan betina antara 4 – 7 kg.  Hylobates moloch dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Hylobates moloch pangoalsoni yang warna rambutnya lebih terang. Pergerakan dilakukan dengan berayun, brakhiasi, berbeda dengan colubinae yang senang melompat. Daerah jelajah mencapai 17 hektar. Suara Owa Jawa biasanya ada beberapa bagian. Pertama latihan, sesi kedua berduet antara betina dan jantan, ketiga adalah sesi bersuara panjang. Keempat tanda bila ada gangguan, mereka akan berteriak. Bahaya bisa dari manusia atau dari macan. Mereka saling menyahut pada jarak 20 meter. Untuk medokumentasi bisa pakai kamera yang dikombinasi dengan teropong atau monokuler. Status konservasi 1924 dilindungi. Hukuman bagi yang melanggar undang-undang konservasi denda paling banyak 100 juta. IUCN endangered 1986, 2004 critically endangered. CITES appendix 1 1996. Penyelamatan adalah dengan cara pembinaan habitat, pendirian pusat penyelamatan dan rehabilitasi Owa Jawa. Lalu ditutup dengan sesi tanya jawab.

Pemateri kedua adalah drh. Slamet Raharjo, M. P. Menjelaskan tentang Kandang rusa di FKH digusur ke lembah. Kemudian meminta sumbangan rusa betina ke Gembira Loka sehingga berkembang biak. Termasuk beberapa pasang yang disumbangkan ke instansi lain. Ada sumbangan Rusa Timorensis dari Gubernur Papua 13 ekor, sehingga total 28 ekor. Rusa merupakan hewan yang popular di segala umur. Rusa totol bukan asli Indonesia namun dari india. Klasifikasinya, Rusa termasuk kingdom animalia, filum chordate, mamalia ordo artiodactyla, family cervidae.

Rusa Indonesia yang penyebaran paling luas adalah Rusa Jawa/ Timorensis. Dalam buku lama genus Rusa masih cervus. Buku baru sudah masuk ke genus Rusa. Status konservasi dilindungi undang-undang tentang keanekaragaman hayati dan tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

Rusa Jawa sinonimnya sunda sambar, kadang rancu dengan rusa sambar. Di Indonesia ditemukan di semua pulau Indonesia termasuk Papua dan Papua Nugini. Panjang tubuh 142 – 185 cm. Tinggi punuk 83 – 110 cm. Panjang ekor 20 cm. Setiap tahun rusa jantan akan menanggalkan tanduk, terkait dengan siklus reproduksi, setiap akhir breeding season. Beberapa minggu kemudian tumbuh tanduk baru. Rambut kasar berwarna coklat abu-abu. Anak tidak berbintik putih. Telinga lebar kaki relatif pendek.  Masa kebuntingan 6 bulan. Sexual maturity: 18 – 24 bulan. Tahun pertama belum ada tanduk. Tahun kedua ada tanduk belum bercabang. Tahun ketiga baru bercabang 3 memasuki kematangan kelamin. Life span 13 tahun. Di Indonesia breeding season ketika rusa jantan tanduknya keras, bisa terjadi setiap tahun di Jawa pada bulan Juli – September. Rusa merupakan hewan nocturnal. Jika rusa Sambar kaget, ia akan berlari, ekor akan tegak ke atas sedangkan rusa jawa tidak. Ada vokalisasi, jika ada bahaya, rusa jantan akan menyalak. Pada breeding season rusa jantan bersuara menggeram jika rusa jantan lain datang ke kumpulan haremnya. Rusa jarang minum, kebutuhan air dari pakan. Jantan dominan akan menguasai harem. Perebutan kekuasaan diawali dengan pertandingan antar pejantan. Flock terdiri dari 1 jantan dan beberapa puluh betina. Makanannya adalah buah, daun, rumput, kulit pohon. Predatornya antara lain anjing ajag, ular piton, buaya dan komodo. Status konservasi belum termasuk endangered. Bisa ditangkarkan dengan ijin BKSDA. F3 bisa dijual dan dipotong. Penghasil daging adalah rusa Jawa.

Rusa Sambar panjang tubuh 2 meter lebih. Merupakan rusa berekor panjang berwarna hitam. Berat 300 – 546 kg. Individu wilayah barat lebih besar daripada yang ditimur. Betina warnanya lebih terang daripada jantan. Rambut lebih kasar daripada Rusa Jawa. Anak tidak berbintik. Telinga mirip Rusa Jawa. Tanduk hanya pada jantan, bercabang 3. Jantan dan betina bersuarai pendek. Pada jantan surai tumbuh lebih lebat. Betina yang menyusui, di daerah leher ada bentukan kulit berwarna merah tidak berambut, sering mengeluarkan cairan berwarna putih. Masa bunting 8 bulan, setiap kelahiran hanya 1 anak. Sapih 6 bulan, life span 15 tahun. Pakan sama Rusa Jawa.

Rusa bawean sudah tumbuh tanduk pada tahun pertama. Jantan soliter atau bersama betina dan anak-anaknya. Bersifat nocturnal. Terbatas pada Pulau Bawean. Populasi menurun karena kerusakan habitat, termasuk endangered species.

Kijang sinonimnya mencek, kijang merah. Panjang tubuhnya 90 – 130cm, lebih kecil dari Rusa Bawean, lebih besar dari kancil. Berat badannya 20 – 25 kg. Warna merah kecoklatan, pangkal tanduk ditumbuhi rambut sangat lebat pada jantan, tanduk pendek. Jantan punya taring tajam. Taring tersebut bisa merobek vena jugularis anjing pitbull. Jantan soliter atau beberapa betina saat musim kawin. Makanan sama dengan Rusa Jawa dan Sambar. Penyebaran adalah di Asia Tenggara, di Indonesia bagian barat. Status konservasi masih cukup banyak. Musim kemarau turun mencari air.

Kancil besar/ Tragulus napu panjang tubuhnya 70 – 75 cm. Ukuran dewasa seperti kelinci besar. Kaki kecil tapi daya lari luar biasa. Taring cukup panjang. Warna coklat kemerahan, bawah lebih terang, kepala segitiga. Hidung besar, mata sangat besar. Tidak memiliki tanduk, tapi jantan ada taring. Bunting 152 hari, tiap kelahiran hanya 1 anak, dewasa kelamin 4 -5 bulan. Anak lahir langsung bisa berlari. Ketika menyusui kaki belakang diangkat sehingga berdiri 3 kaki. Sifatnya cepat jinak. Tingkat stress tinggi. Ketika kaget akan melenting. Makanannya adalah semua jenis tanaman, namun biasanya adalah buah-buahan. Predatornya adalah reptil. Status konservasi dilindungi, engdangered.

Kancil jawa lebih kecil dari Tragulus napu. Matanya besar. Taring tumbuh melengkung. Nama lain adalah pelanduk. Hanya ditemukan di Jawa dan Bali. Menyukai hutan primer dan semak. Jumlahnya masih cukup banyak. Populasi menurun karena kerusakan habitat.

Chital/ aksis/ rusa totol berasal dari india. Rusa tercantik warna coklat terang, tanduk lebih panjang, tumbuh pada tahun kedua. Membentuk flock jantan dan beberapa betina. Cinta damai, tidak terlalu agresif ketika musim kawin. Aktif siang dan malam hari. Diluar breeding season betina dan jantan memisah membentuk kelompok sendiri-sendiri. Boleh diperjual belikan tanpa ijin BKSDA. Dan ditutup dengan sesi diskusi.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: